Donald Trump Boikot Penyelidikan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: Net

RADARPENA.ID – Gedung Putih mengumumkan perang habis-habisan dengan Dewan Perwakilan AS. Selasa (8/10) mereka menyatakan tak akan bekerja sama dengan komite investigasi pemakzulan. Mereka menuduh komite itu sudah ditunggangi kepentingan Partai Demokrat.

Dalam surat setebal delapan halaman, penasihat hukum Gedung Putih Pat Cipollone menegaskan bahwa pihaknya tak akan menaati panggilan atau permintaan dokumen dari Dewan Perwakilan AS. Mereka menuding lembaga majelis rendah itu tak adil dan melanggar hukum.

”Dalam sejarah AS, tak pernah ada dewan perwakilan yang berusaha menggiring rakyat ke arah yang berbahaya. Anda sepertinya sangat bertekad untuk melakukan itu,” tulis Cipollone kepada Ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi menurut CNN.

Seperti diketahui, Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi sebelumnya menegaskan resmi memulai pemeriksaan pemakzulan presiden di majelis rendah kongres. ”Tindakan presiden telah melanggar konstitusi. Dia telah mengkhianati sumpah jabatan, keamanan negara, dan integritas negara,” ungkap perempuan 79 tahun itu menurut New York Times.

Skandal terbaru Trump datang setelah ada laporan bahwa dia menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 25 Juli dan mengungkit kiprah Hunter Biden, anak kandidat presiden dari Demokrat Joe Biden, di Ukraina. Dia meminta Zelensky untuk menyelidiki apakah kegiatannya di sana menggunakan kekuasaan ayahnya saat menjadi wakil presiden.(jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here