Jutaan Orang di Dunia Terlantar Tanpa Kewarganegaraan

Ilustrasi. (AFP Photo)

RADARPENA.ID – Sebanyak 10 hingga 15 juta orang tidak diakui sebagai warga negara oleh negara mana pun. Keadaan ini kerap membuat mereka kehilangan hak-hak mendasar, yang dianggap hal biasa oleh sebagian besar orang di dunia.

Mereka kehilangan dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan, tempat tinggal dan pekerjaan. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi pada Senin (7/10) menggelar pertemuan akbar antar pemerintah untuk menilai kemajuan kampanye #Ibelong.

Kampanye itu digelar dengan tujuan mengakhiri status tanpa kewarganegaraan pada 2024. Berikut contoh-contoh penduduk yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Myanmar/Bangladesh

Pada 1982, Myanmar yang sebagian besar penduduknya beragama Buddha mengesahkan undang-undang kewarganegaraan yang secara efektif membuat sebagian besar penduduk Rohingya (suku Muslim dan keturunan Asia Selatan) tidak memiliki kewarganegaraan.

Kekerasan etnis telah memaksa mereka pergi mengungsi, namun ratusan ribu di antara mereka masih tinggal di Myanmar. Ada sekitar 900 ribu orang Rohingya mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh dan sejumlah kecil lainnya di seluruh Asia. Beberapa dari mereka terjerumus ke dalam perbudakan di kapal-kapal penangkap ikan dan perkebunan.

Pantai Gading

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here