Indonesia Minta Akses Dampingi 12 WNI Terlibat ISIS di Malaysia

Ilustrasi. Foto: INT

RADARPENA.ID – Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur meminta akses ke konsuleran, untuk menemui 12 WNI yang ditangkap oleh Kepolisian Malaysia atas keterlibatan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Joedha Nugraha, mengatakan KBRI Kuala Lumpur belum menerima secara lengkap notifikasi konsuler dari pemerintah Malaysia terkait penangkapan ini.

“KBRI akan meminta akses kekonsuleran untuk menemui seluruh WNI yang ditahan serta memberikan pendampingan demi menjamin hak-hak para WNI berdasarkan hukum setempat,” kata Joedha melalui pernyataan resminya, Jumat (27/9).

Joedha menuturkan, kepolisian Malaysia telah menangkap 16 orang terduga teroris dalam beberapa operasi di sejumlah negara bagian antara 10 Juli sampai 25 September lalu. Sebanyak 12 di antaranya merupakan WNI.

Serangkaian penangkapan ini dilaporkan bermula pada 10 Juli lalu, saat aparat Malaysia menahan seorang WNI berusia 25 tahun di Keningau, Sabah.

Baca Juga : Polri Dalami ISIS Ikut Bermain di Papua

Kepolisian Malaysia mengatakan WNI tersebut sudah bekerja sebagai buruh di Malaysia selama dua atau tiga tahun belakangan.

“Kami meyakini tersangka tersebut membantu menyelundupkan militan ISIS dari Indonesia ke Filipina selatan melalui Sabah,” ujar Kepala kepolisian anti-terorisme Malaysia, Ayob Khan, sebagaimana dikutip The Straits Times.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here