Beberapa Negara dengan Kebebasan Pers Terburuk di Dunia

Ilustrasi. (Istimewa)

RADARPENA.ID – Eritrea merupakan negara terburuk di dunia terkait kebebasan pers dan pelarangan berita. Hal itu terungkap dalam sebuah laporan, yang juga mengutip langkah-langkah ekstrem di sembilan negara lain, termasuk Korea Utara, Cina, dan Arab Saudi.

“Di bawah tiga rezim terburuk, Eritrea, Korea Utara, dan Turkmenistan, media berfungsi sebagai corong negara, dan setiap jurnalisme independen dilakukan dari pengasingan,” demikian laporan Komite untuk Melindungi Jurnalis (CJP), yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Selasa (10/9).

“Negara-negara lain dalam daftar 10 rezim terburuk untuk media menggunakan kombinasi taktik tumpul seperti pelecehan dan penahanan sewenang-wenang, serta pengawasan canggih dan peretasan yang ditargetkan untuk membungkam pers independen,” isi laporan itu.

Baca Juga : Jangan Ganggu Kerja Wartawan

“Arab Saudi, Cina, Vietnam, dan Iran memenjarakan dan melecehkan jurnalis dan keluarga mereka, dan juga terlibat dalam pemantauan digital dan sensor internet dan media sosial,” lanjut kelompok itu.

Pemeringkatan ini didasarkan pada faktor-faktor termasuk pembatasan pada media milik pribadi atau independen, ukum pencemaran nama baik pidana, embatasan penyebaran berita palsu, blokiran situs web; pengawasan jurnalis oleh otoritas, ersyaratan lisensi untuk media,serta target peretasan.

“Internet seharusnya membuat sensor menjadi kuno, tetapi itu belum terjadi,” kata Direktur Eksekutif CPJ, Joel Simon.

“Banyak negara paling disensor di dunia sangat terhubung, dengan komunitas online aktif. Pemerintah-pemerintah ini menggabungkan kebrutalan gaya lama dengan teknologi baru, sering dibeli dari perusahaan-perusahaan Barat, untuk meredam perbedaan pendapat dan mengendalikan media.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here