Filipina Kecam Kanada Soal Impor Sampah

Ilustrasi, Limbah Plastik. Foto: epochtimes

RADARPENA.ID – Pemerintah Filipina telah melancarkan serangkaian protes diplomatik ke Kanada, atas pengiriman berton-ton limbah ke Filipina antara tahun 2013 dan 2014. Kanada mengatakan, bahwa pengiriman tersebut merupakan transaksi dagang dan tidak didukung oleh pemerintah.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menanggapi hal itu dengan mencaci maki Kanada, terkait sengketa lama tentang ekspor sampah ke negara-negara Asia Tenggara dan mengancam untuk mengembalikannya ke Kanada.

“Untuk sampah-sampah Kanada, saya ingin menyiapkan kapal. Sebaiknya mereka menariknya atau saya akan mengirimnya kembali ke Kanada dan membuang sampah tersebut di sana,” kata Duterte, Selasa (23/4)

Hal yang sama juga akan dilakukan oleh Pemerintah Malaysia. Pihaknya menyatakan, tidak akan ragu untuk mengirim kembali sampah plastik dengan deklarasi impor palsu.

“Kami telah menemukan bahwa ada kontainer yang terkontaminasi limbah plastik yang tidak memerlukan izin impor,” kata Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Yeo Bee Yin.

Yeo mengatakan, limbah seperti itu dibawa ke Malaysia dari negara-negara seperti Inggris, Australia, Amerika Serikat, Jerman dan Spanyol.

Menurutnya, di bawah Konvensi Basel, pihak berwenang Malaysia dapat mengirim kontainer dengan limbah berbahaya kembali ke negara-negara asli dan mencabut lisensi agen penerusan yang terlibat dalam transfer.

“Ini baru langkah pertama. Kami akan melakukan investigasi di pelabuhan dengan kekuatan penuh sehingga kami dapat mendeteksi setiap saputangan yang terjadi, seperti siapa yang terlibat dalam mengimpor sampah plastik ini secara ilegal,” tuturnya.

Yeo menambahkan, investigasi akan dilakukan menyusul laporan bahwa Malaysia dengan cepat menjadi tujuan utama untuk limbah plastik dunia.

“Malaysia tidak akan menjadi tempat pembuangan sampah, kami akan mengirim kembali sampah plastik ke negara asal mereka,” tegasnya.

Dapat diketahui, antara Januari dan Juli 2018, impor limbah plastik Malaysia dari 10 negara sumber terbesarnya melonjak menjadi 456.000 ton, dari 316.600 ton pada keseluruhan 2017 dan 168.500 ton pada 2016.

Pada periode yang sama, negara itu mengimpor 195.444 ton limbah plastik dari AS saja, eksportir terbesarnya. Ini dua kali lipat dari 97.544 ton yang dibutuhkan untuk hampir seluruh 2017. (der/cna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here