Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilarang Ormas

Salah satu adegan dalam film Kucumbu Tubuh Indahku. Foto: screenshoot youtube

RADARPENA.ID – Film garapan Garin Nugroho, Kuncumu Tubuh Indahku kembali menuai protes. Kali ini organisasi kemasyarakata (ormas) FPI Semarang, menolak pemutaran film yang mendaptakan penghargaan dari beberapa negara itu.

Film ini sebelumnya diprotes di dunia maya melalui laman Change.org. Ada dua petisi yang menolak penayaran film itu karena dianggap mendukung LGBT.

Menanggapi penolakan dan pelarangan pemutaran film tersebut, Garin Nugroho menjelaskan, bahwa film tersebut telah lulus sensor. Artinya bisa ditonton secara umum.

“Saya menemui langsung dan menolak dengan tegas permintaan sekelompok ormas atas nama umat Islam untuk menghentikan pemutaran film yang sudah melalui prosedur hukum baik lolos sensor ataupun izin keramaian,” ujar sutradara terkenal itu, kemarin (16/9).

Garin menyesalkan tindakan yang dilakukan ormas. Sebab ormas bukan seperti aparat penegak hukum yang seenaknya melakukan penindakan. “Ini menunjukkan ormas telah keluar dari status hukum, telah menjadi lembaga polisional dan penghakiman jalanan,” kata dia.

Baca Juga : Saat Film Bumi Manusia Direspons Positif Banyak Kalangan

Pemerhati film, Teguh Imam menilai kontroversi yang terjadi dalam film Kucumbu Tubuh Indahku ada dua hal, yakni apakah protes murni atas kesadaran menjaga moral atau protes terselubung bagian promosi film.

“Nah, soal pijakan hukum kita punya Lembaga Sensor Film (LSF) yang menjamin film aman dan layak ditonton masyarakat. Mengapa? Karena di LSF ada berbagai unsur perwakilan mulai dari keamanan, guru, rohaniwan, dan lainnya,” ujar Imam kepada Fajar Indonesia Network (Grup RADARPENA), kemarin (16/9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here