Daihatsu Peduli Penyu untuk Indonesia

Pelepasan sebanyak 50 tukik ke laut dari bibir pantai oleh seluruh tamu undangan. (Daihatsu for RADARPENA.ID)

RADARPENA.ID – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali membuktikan komitmen tanggung jawab sosialnya melalui salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) pada pilar Hijau Bersama Daihatsu.

Dalam kegiatan ini, Daihatsu menggandeng Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu untuk melakukan pelestarian di bidang keanekaragaman hayati, khususnya ‘Penyu untuk Indonesia’, serta meresmikan Pusat Sanctuary Penyu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (30/6).

Hadir pada peresmian ini Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mintarjo, Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Hadiah, dan Head of CSR Departement PT ADM Kirana Belly.

Peresmian ini ditandai dengan pelepasan sebanyak 50 tukik ke laut dari bibir pantai oleh seluruh tamu undangan.

“Pusat Konservasi Penyu ini selain dibangun dengan tujuan sebagai tempat penetasan telur penyu serta pelepasan tukik ke laut, juga digunakan sebagai tempat untuk beristirahat bagi penyu yang membutuhkan perhatian atau perawatan khusus,” kata Kirana dalam keterangan pers yang diterima Radarpena, Rabu (3/7).

Kerjasama Daihatsu dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu telah berlangsung sejak tahun 2014, didukung dengan pemberian beragam fasilitas operasional dan juga melibatkan klub mobil Daihatsu.

Baca Juga : Berikan Edukasi Berkendara melalui Daihatsu Club Auto Clinic 2019

Bagi para pengunjung yang datang ke konservasi ini dapat memperoleh edukasi untuk menjaga penyu sebagai salah satu satwa yang dilindungi. Karena, selain sebagai binatang purba, dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, enam di antaranya terdapat di Indonesia.

Untuk diketahui, program Penyu untuk Indonesia, Daihatsu telah membina empat konservasi yang terletak di Pulau Pramuka, Batu Hiu-Pangandaran, Perancak-Bali, dan Pasir Jambak–Padang.

Kepedulian Daihatsu terhadap penyu juga telah dideklarasikan pada Our Ocean Conference 2018 lalu dan didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. (heq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here