Pemkot Bandung Godok Aturan Penyegelan Usaha Pelanggar Prokes Jadi 14 Hari

BANDUNG – Evaluasi penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional dilakukan sore tadi, satuan tugas penanganan (satgas) covid-19 kota Bandung menegaskan akan lebih mengetatkan penegakan peraturan wali kota terkait jam operasional dan kapasitas pengunjung di sejumlah tempat usaha yang telah direlaksasi.

Namun untuk pengetatan itu, Pemkot terlebih dulu akan menggodok penegakan hukum bagi pelanggar yang semula hanya berlaku 3 hari menjadi 14 hari.

“Pengetatan masalah penegakan hukum. Kalau sekarang itu kan melanggar lalu segel 3 hari nah sedang digodok agar segel sampai 14 hari,” jelas Ketua Harian Satgas Penanganan covid-19 kota Bandung Ema Sumarna, usai rapat terbatas, Jumat (19/2/2021).
Alasannya kata Ema, para pelanggar tidak jera malah dinilai seolah menggampangkan jika sudah membayar denda Rp 500 ribu dan disegel selama 3 hari kembali melakukan pelanggaran.
Selain efek jera bagi usaha direlaksasi, pengetatan juga dilakukan karena kini terjadi penurunan kepatuhan bermasker pada masyarakat. Periode 27 Januari – 5 Februari ditemukan 283 pelanggaran penggunaan masker. 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi aktivitas) yang didengung-dengungkan pemerintah seolah hanya kabar angin belaka.
Di minggu terakhir satgas diakuinya telah melakukan penyegelan terhadap 18 tempat hiburan.
Bukan itu saja warga pun kini banyak berkerumun kembali dan tidak bisa menahan diri diam dirumah atau tetap beraktivitas.
“Padahal WFH itu bukan hanya di Pemda saja tapi swasta juga harus menerapkan itu. Kita juga akan melakukan pemblokiran jalan di Lingkar selatan dan Lengkong kecil kita tahu disana banyak aktivitas hingga lebih dari jam 21.00 wib,” tegas Ema.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here