Bandung Zona Merah, Relaksasi Makin Diperketat

BANDUNG –  Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana membenarkan kabar kasus covid-19 di kota Bandung kini masuk zona merah.

Dampaknya kata Yana, sejumlah tempat usaha yang direlaksasi bakal semakin diperketat.
“Sementara ini pasti perketat tempat yang sudah direlaksasi. Yang diluar perwal pengawasan udah namun diperketat, sanksi udah ada juga di perwal, sementara baru itu. Soal atas itu

jadwal pak wali ya,” tegas Yana di balai kota, Selasa (1/12/2020).
Apakah akan diberlakukan penerapan sosial berskala besar (PSBB) diakui Yana bukan ranahnya dan itu harus diputusinkan dalam rapat terbatas forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda).
Yang bisa dilakukan saat ini lanjut dia hanya penerapan adaptasi kebiasan baru (AKB) lebih diperketat.
“Misalkan di perwal jam operasional sampai jam 9 ya itu harus benar dilaksanakan, kapasitas 50% ya itu benar laksanakan. Nanti bagaimana lagi, semua harus diputuskan di ratas,”
Namun demikian Yana membenarkan bahwa kasus covid-19 meningkat karena kepatuhan masyarakat ataupun pelaku usaha UMKM terkait protokol kesehatan menurun.
Untuk pengawasan prokes di perkantoran, kata Yana sebenarnya peraturan sesuai di perwal seperti dulu dimana terapkan work from home (WFH).
“Tapi itu kebijakan nanti, tempat apapun di zona sekarang waspada. Mudah mudahan sanksi itu betul betul bisa diterapkan, sanksi ringan administratif, sedang, berat denda termasuk penutupan. Yang harus mengawasi itu dinas dinas intansi terkait ya,” paparnya.
Parameter penentuan zona sendiri kata Yana, parameter provinsi berbeda dengan kota Bandung.
“Kalau parameter yang biasa digunakan kan di kota Bandung, estimasi reproduksi virus, positif rate. Nahbestimasi RV 0,80, tapi parameter yang digunakan provinsi banyak faktor,  keluar indeks prov 1,63, itu zona merah,” tegasnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here