Rumah Isolasi Mandiri Minim Digunakan

BANDUNG – Ketersedian ruang isolasi saat ini menjadi kekhawatiran bagi Pemkot Bandung, pasalnya ruang di sejumlah rumah sakit saatnya ini sudah penuh bahkan 79 ruang yang disiapkan di RSKIA sudah waiting list (antri).

Karenanya Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Oded M Danial dan Ketua Harian Ema Sumarna meminta gugus tugas kewilayahan khususnya kelurahan agar menyediakan rumah isolasi.
Sayangnya keberadaan rumah isolasi itu minim pemakaian.

“Sudah ada, malah sejak launching Tohaga Lodaya ada satu rumah isolasi, kalau itu dilaporkan satu kelurahan satu,” jelas Ketua Paguyuban Camat Firman Nugraha saat dihubungi.
“Rumahnya rumah kosong milik warga yang tidak terpakai, ada juga di kantor fasilitas RW, lalin PAUD dipakai sementara. Memang pemanfaatannya agak minim,” tambahnya menegaskan.
Namun kata Firman, rumah yang sudah dipake tidak ia data karena harus dicek terlebih dulu.
“Soalnya ada yang sekarang sudah sembuh. Kapasitasnya beda beda ada 1 atau 2 kamar, seperti di saya Kelurahan Sukamiskin rumah tipe 45, jadi 2 kamar atau di PAUD satu kamar,” jelas Camat Arcamanik itu.
Mereka yang menggunakan fasilitas secara gratis tersebut kata Firman ada warga kelas menengah ke bawah, sedang mereka yang mampu kebanyakan di rumah sakit atau rumah sendiri.
Senada dengan Firman Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana pun mengatakan bahwa sebenarnya ada bantuan dari pemerintah pusat untuk hotel yang dijadikan tempat isolasi.
“Karena cukup banyak yang OTG sebenarnya cukup isolasi mandiri tidak perlu fasilitas rumah sakit. Orang pengennya ke UGD padahal bisa sendiri, seperti ada di kampung Tohaga Lodaya kan, saya hari itu bisa digunakan,” imbaunya. (kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here