Kota Bandung Tetapkan APBD 2021 Sebesar Rp5,9 Triliun

BANDUNG – Kota Bandung telah menetapkan APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp 5.999.804.123.019 sidang  Paripurna di Gedung DPRD Kota pada Bandung, Kamis (27/11/2020) .
Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan dihadiri langsung Wali Kota Bandung Oded M Danial dan wakilnya Yana Mulyana dan hampir seluruh anggota DPRD Kota Bandung.
Tedy mengatakan, pendapatan ditargetkan Rp 5,9 triliun  diperoleh dari pendapatan asli daerah Rp 3,3 triliun, terbagi pajak daerah Rp 2,7 triliun, retribusi daerah Rp 69 miliar , hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan Rp 1miliar dan lain lain PAD yang sah Rp 512,6 miliar.
Lanjutnya, ada istilah baru di APBD tahun 2021 yaitu nama belanja operasional  sebelum nya belanja langsung , sedangkan belanja tidak langsung berubah menjadi pembiayaan.
Masih kata Tedy, pembelanjaan diarahkan untuk penanggulangan dan pemulihan dampak covid 19.
“APBD tahun 2021 yang  menjadi prioritas masih pendidik dan kesehatan,”ujar Tedy.
Untuk kesehatan ada lima program  sebesar Rp 1.1 triliun diantaranya untuk universal health coverage (UHC) sebesar Rp 270 miliar.
“UHC khusus untuk biaya pengobatan bagi warga yang belum memiliki BPJS , warga cukup memperlihatkan KTP dan KK Kota Bandung, “ujar Tedy seraya mengatakan anggaran UHC seperti tahun lalu selalu terserap.
Sementara anggaran untuk pendidikan sebesar Rp 1.4 triliun diantaranya untuk pembangunan dua sekolah rintisan sebesar Rp 9,4 miliar sedangkan untuk rehab dan pengembangan sarana dan prasarana sekolah Rp 98 miliar.
“Untuk kedua kali nya , Kota Bandung membantu provinsi Jabar untuk pelajar SMA dan SMK kurang mampu sebesar Rp 33 miliar,” ujar Tedy.
Sedangkan bantuan untuk siswa rawan melanjutkan sekolah, SD ,SMP dan Perguruan tinggi dialokasikan sebesar Rp 130 miliar.
Anggaran lainnya untuk infrastruktur ada 17 program sebesar Rp 611 miliar, perekonomian Rp 277 miliar dan lingkungan hidup Rp 311 miliar.
Menurut  Tedy, anggaran tahun 2021 DPRD masih mensuport anggaran honor RT RW Gober, Linmas, Posyandu, Posbindu & PMT sebesar  Rp 60,3 miliar.
“Untuk dana PIPPK setiap RW masih tetap mendapat Rp 100 juta, agar jalan lingkungan tetap bagus tidak  kumuh,” ujar Tedy.
Ditempat terpisah Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap penetapan sesuai jadwal ini bisa mempercepat proses evaluasi oleh provinsi sehingga diakhir tahun atau awal tahun 2021 semua berjalan efektif
“Alhamdulilah hari ini kota bandung proses anggaran untuk 2021 sudah ketuk palu, mudah mudahan ini tepat waktu lah ya. Harapan kita setelah diberikan, provinsi juga lebih cepat evaluasinya, sehingga akhir tahun atau  jelang 2021 sudah efektif. Dengan sudah ditetapkan nya ini mudah mudahan proses lelang bisa dilakukan diawal,” harap Oded. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here