Kesadaran Bahaya Covid-19 Kendor, Kemungkinan Terburuk Kota Bandung Kembali PSBB

BANDUNG – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung mengaku khawatir lonjakan penyebaran terus naik bahkan tinggi menjadi 50-60 per hari. Jika ini terus terjadi kemungkinan terburuk penerapan skala
“Kita agak intens 2-3 kali rapat internal gugus tugas karena positif rate pandemi covid tinggi 1,53% artinya percepatan. Akumulatif 3039, konfirmasi positif di 484 baik OTG ataupun tidak,” ungkap Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna, Rabu (25/11/2020).
“Kami khawatir lompatan harian ada 50-60, makanya terjadi percepatan berpengaruh positif rate kita sekarang tinggi di 21,53%.  Bukan angka reproduksi ya, itu masih dibawah 1 atau 0,81%, ini akibat prilaku warga masyarakat sudah tidak disiplin, berkerumun lagi, beraktifitas bahwa pandemi sudah tidak terjadi,” gerutu Ema.
Masih kata Ema, akibat tingginya kasus kini Kota Bandung dihadapkan pada tingkat ketersedian tempat tidur (TT) yang selama ini sudah diangka 90,37% atau dari 789 TT terisi sebanyak 713 TT.
“Sisa 79 itupun waiting list, kami angga ini sudah masuk situasi cukup darurat, Bandung harus konsentrasi dan upaya maksimal lagi. Makanya kita minta pihak kecamatan siapkan rumah isolasi bagi OTG. Tempat tidur yang disiapkan pemkot pun penuh, makanya ada yang memanfaatkan kantor RW tetapi setelah direkomen dari kesehatan untuk jadi ruang isolasi,” paparnya.
Antispasi terus naiknya kasus Ema pun mengaku sejumlah usaha sudah direlaksasi dilakukan evaluasi. Dan tindakan semakin tegas jika ditemukan pelanggaran langsung tindak mulai pembubaran hingga tutup tempat tempat usaha tersebut semisal mal, toko modern, restoran dan lainnya.
“Paling utama kesadaran, ini hampir 10 bulan atau 8 bulan efektifnya, kenapa belum sadar juga. Begitupun bidang pariwisata itu 50 persen, karoke jam 12 ya jam 12. Jika pandemi meningkat  bisa saja revisi perwal ke pak wali ijin operasional sampai ijin cabut usah,” tandasnya.
Ema pun menghimbau perilaku sadar protokol kesehatan di keluarga dan lingkungan pun harus ditingkatkan, bila perlu dirumah pun pake masker, jaga jarak.
“Karena bila terus melompat secara piskologis terjadi apalagi karena penuh ruang perwatan dan gak bisa masuk bisa terjadi chaos/ kepanikan. Saat ini ada 56 tambah ruangan di RSKAI, namun untuk hotel S dan U penuh, tetapi mau tambah 1 hotel lagi. Dilihat angka reproduksi kita masih terkendali tapi sudah khawatir. Kita masih di zona orange tapi diujung makanya terus pengawasan, ruang publik semua close dan itu sudah berjalan. Ada 1850 resto tidak mungkin kami awasi satu satu, makanya msyarakat diminta disiplin dan sadar,” tegasnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here