Bandung Zona Merah, Ema: Ya Tingkatkan Kewaspadaan Terus

BANDUNG – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat menyatakan Kota Bandung masuk level zona merah terkait penyebaran virus korona.
Menanggapi itu Sekertaris Daerah Kota Bandung mengaku menerima jika dinyatakan demikian. Pasalnya konsekuwensi pengetesan masal akan terus membuat jumlah kasus bertambah. Namun ia meminta agar provinsi menjabarnya secara detail.
“Zona merah, ya, itu kan ranah dan kewenangan ada di pak Gubernur beliau punya standar ukuran ukuran untuk menentukan label label kewaspadaan daerah yang ada di wilayah kerja beliau kita menghormati yang disampaikan gubernur tinggal bagaimana menyikapi itu,” jelas Ketua Gugus Tugas Harian Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna.
Menyikapi itu kata Ema, kewaspadaan yang dilakukan kota harus lebih maksimal. Karena ada konsekuwensi mayoritas masyarahat harus lebih jauh ditingkatkan dan maskimal.
“Jujur yang menjadi kesulitan mengendalikan masyarakat yang masuk ke bandung karena bandung trenseter di daerah sekitar orang bekerja ke kota bandung, beraktivitas di kota bandung ini tidak mudah disaat kita ingin melakukan pengetatan apakah harus dicek satu perorang. Kami menduga meningkat kasus mobilitas masuk ke kota bandung tinggi, mengendalikannya tidak mudah,’ tegasnya.
Masih kata Ema hasil traking dan trasing kota Bandung masuk lavel merah.
“Tresing di pns 3.233 selesai terkonfirmasi 326 positif. Jumat kemarin semua negatif. mereka isolasi dan sudah beraktivitas seperti biasa. Target 7300 tenaga kesehatan pegawai rumah sakit pemerintah swasta akan dilakukan, trasing pengetesan disana itu apabila muncul penambahan kasus kalau penambahan kasus menjadi ukuran otomatis jangan kaget akan lama di zona merah,” tegasnya lagi.
“Kalau bermain label kita diam saja, kita ingin tahu betul mapping pengendaliannya,” tutup Ema.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here