Tolak Omnibuslaw, Buruh Unjuk rasa

BANDUNG –  Tolak omnibus law, buruh Kota Bandung mengaku sesuai arahan serikat buruh pusat maka akan melakukan unjuk rasa di balai kota.
Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Bandung Hermawan membenarkan akan ada aksi unjuk rasa tersebut namun ia tidal tahu berapa masa yang akan hadir dan jam datangnya tidak diketahui kapan.

“Itu juga kan masukan dari kawan kawan, kita menolak omnibuslaw ini karena akan berpengarih kepada semua buruh,” jelaa Hermawan.
“Kota Bandung sendiri akan melakukam unjuk rasa, Bandung bersama forum serikat akan ke balkot, star dari perusahaan masing masing pukul 7.00-18.00 wib,” tegasnya.
Hermawan pun menyampaikan serikat buruh yang bergabung besok ada 9 serikat buruh dari 5000 perusahaan di Kota Bandung.
Tuntutannya merema ingin menghilangkan atau mencabut klaster ketenaga kerjaaan dari omnibuslaw yang akan diparipurnakan sekitar tanggal 6-8 Oktober ini.
“Tolak atau keluarkan kluster ketenagakerjaan dari RUU ciptakerja,” ungkapnya.
Sementar itu Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha mengatakan
setiap pemahaman sebuah undang undang akan terjadi pro kontra dan itu biasa terjadi.
Buruh kata Ahmad selalu merasa rugi adanya outshorching padahal di dalam RUU cipta kerja itu lebih menjelaskan dan lebih melindungi kaidah kaidah buruh.
“Bukan buruh menolak tapi ada yang menunggangi, dipolitisir,” tuturnya.
“Masalah aksi sah sah saja, kita tidak melarang, tetapi jangan sampai mogok merugikan mereka. Jangan sampai investor lari dari indonesia,” pungkasnya.
Malah kata Ahmad, RUU cipta kerja belum disahkan, masih ada koreksi koreksi.
“Kalau sudah ditetapkan berbeda, sebetulnya semua disetujui partai kenapa pemerintah yang disalahkan,” tegasnya.
Sampai hari ini kata Ahmad belum ada info buruh di Bandung mengeluhkan hal itu.
“Tetapi aksi ini dari pusat diikuti di daerah karena sudah didorong,” tutupnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here