Oded Berharap Kota Bandung Tak Ada Klaster Baru

BANDUNG – Klaster baru kasus covid-19 bermunculan, salah satunya klaster keluarga.
Menanggapi itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyampaikan bahwa ketika ada klaster klaster muncul pihaknya mengintruksikan gugus tugas tingkat kota sampai kecamatan untuk bergerak agar di Bandung tidak ada klaster tersebut.
“Kemarin mang oded sampai WA dari masyarakat bahwa ada satu orang di rw 7 di Kelurahan Sukaraja terpapar dan mereka meminta, ingin ada penanganan. Saya langsung koordinasi dengan camat dan lurah langsung ditangani mereka bahkan dilakukan swab dan diisolasi dan keluarganya juga di swab,” tegasnya.
Rata rata lanjut Oded, orang tanpa gejala (OTG) sembuh cepat dan mereka tidak sadar. Tetapi ketika ada tes terlihat apakah ada yang negatif atau positif itu memudahkan pihaknya menindaklanjuti.
“Kalau positif fungsi tes untuk tahu maping ketika ada postif ini ditangani dan diisolasi bukan hanya di lingkungan PNS semuanya di sukaraja ada langsung ditangani,” jelasnya.
Namun demikian untuk swab bagi masyarakat tidak mampu Oded menyampaikan bahwa ia bersama dinkes akan mengupayakan.
“Kalau di labkes dinkes kota Bandung free,” ucapny.
Pelaksanaan swab sendiri di lingkungan Pemkot atau ASN Oded mengaku belum dapat laporan apakah sudah selesai semua atau tidak.
“Tetapi sudah banyak yang sembuh OTG, ketika mereka OTG tidak tahu tapi ketika dites ternyata ada yang kena dan langsung ditangani. Alhamdulillah tidak lama lama seminggu dites lagi selesai. isolasi mandiri bisa di rumah, tergantung kalau di rumah bisa disiplin silahkan tapi kalau di rumah punten fasilitas tidak mendukung saya anjurkan isolasi di RSKIA dan beberapa isolasi, RSKIA belum penuh,” tegasnya.
“Bandung tetap terkendali. jangan sampai membludak seperti tetangga ngeri. Sampai hari ini yang dipakai informasi dari teman ahli efedimologi hati hati saja gak ada istilah covid jadi lindek ngabongohan,”
Sementara itu soal buka tutup jalan dijadikan keluhan, Oded meminta warga agar maklum.
“Wayahnya da kumaha ayeuna mau dibiarkan membludak itu konsekuensi,”tandasnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here