Angka Positif Covid-19 Naik Tapi Bandung Hanya Terapkan AKB

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial (Foto: Humas Kota Bandung)
BANDUNG – Kendati angka meningkat namun reproduksi penyebaran virus covid-19 tertangani, pemkot Bandung tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tetapi memperketat adaptasi kebiasan baru (AKB).
Melalui confrensi perss Jumat (12/9/2020) petang Wali Kota Bandung Oded M Danial menyampaikan bahwa saat ini kota Bandung berada di zona oranye, artinya resiko sedang.
Angka reproduksi saat ini adalah 0,81. Masih di bawah 1, artinya kasus Covid-19 masih terkendali.
“Kenaikan angka reproduksi ini disebabkan karena adanya penambahan kasus. Pemerintah Kota Bandung saat ini terus melakukan tes masif kepada ASN di 62 OPD, terdiri dari 32 dinas/badan dan 30 kecamatan. Dan ditemukan 189 kasus positif. (Sebelumnya diberitakan 117 orang). Dari jumlah tersebut, 140 ber-KTP Bandung. Namun hanya 48 orang yang terkonfirmasi betul-betul tinggal di Bandung,” tegasnya.
Para ASN yang terkonfirmasi positif sudah mengisolasi mandiri, sedangkan ASN yang lain telah diberlakukan WFH sejumlah 50%.
Temuan kasus merupakan hasil pelacakan aktif disertai kemampuan lab dalam mendiagnosa.
“Kami punya fasilitas BSL-2 yang bisa bekerja secara cepat. Dinkes Kota Bandung sudah melakukan swab test sebanyak 22.928 pengetesan, atau 0,92% dari jumlah penduduk. Kami tidak ingin terjadi fenomena gunung es di Kota Bandung. Jadi, meskipun berkonsekuensi meningkatkan angka kasus, kami terus akan melakukan testing kepada penduduk. Untuk ASN ini kita targetkan sampai 3.100 pengetesan (saat ini sudah 2.631 pengetesan). Setelah ASN, kami juga akan mengetes 7.300 tenaga kesehatan se-Kota Bandung,” bebernya.
Oded mengingatkan kepada warga Kota Bandung, bahwa Covid-19 masih ada dan kini semakin dekat. AKB bukan berarti virus sudah mati, justru harus memperketat penjagaan diri dan keluarga.
Untuk ruang isolasi sendiri, Oded menyebutkan masih tersedia dengan cukup. Dari 460 tempat tidur di 27 RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung, yang terisi 138 tempat tidur atau 30%-nya. Jadi masih tersedia 322 tempat tidur.
Khusus fasilitas milik Pemkot Bandung, yaitu RSKIA dan RSUD Kota Bandung, kapasitas masih tersedia. Di RSKIA khusus bagi suspect positif yang tidak bergejala. Sedangkan suspect positif yang bergejala di RSUD Kota Bandung.
Pelanggaran Prokes Kini Disanksi Berat
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung disampaikan Wali Kota Bandung Oded M Danial telah melakukan penindakan terhadap 457 pelanggaran.
Sebagian besarnya karena tidak memakai masker dan pelanggaran ketentuan waktu operasional yang dilakukan oleh kegiatan usaha.
“Mengingat eskalasi kasus Covid-19 di Kota Bandung, dengan ini, maka kami akan memberlakukan AKB yang Diperketat. Kami akan memperketat pengawasan dan pengendalian terhadap izin usaha dan operasional. Beberapa ruas jalan juga tetap akan dibatasi,” jelasnya.
“Penegakan hukum lebih maksimal, antara lain kami tidak akan ragu membubarkan secara paksa, membekukan izin, sampai mencabut izin operasional jika ada yang melebihi jam operasional, tegas Oded.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here