Aplikasi Pasar Pintar Permudah Warga Belanja

BANDUNG – Permudah pembelian sayuran dari pasar tradisional sekaligus mendorong pelaku usaha kecil menengah, PT Raharja Sinergi Komunikasi meluncurkan aplikasi ‘Pasar Pintar’.
Menurut Direktur Operasional PT Raharja Sinergi Hendri Ichsan aplikasi tersebut solusi untuk mengatasi pembatasan masa pandemi ini dimana diterapkan social distancing dan physical distancing.

Saat ini di aplikasi tersebut sudah ada 75 pedagang pada 25 drop shiper pasar se Kota Bandung.

“Ada 25 pasar (75 pelapak) baik jual daging, beras dan ikan. Mereka berkelompok drop shiper. Kedepan bukan hanya pasar tradisonal saja tapi juga pasar tematik, fashion dan lainnya,” jelas Hendri.
Hendri pun menyampaikan bahwa aplikasi tersebut kedepan bisa terkoneksi dengan pihak bank sehingga nanti pihak bank bisa menampilkan icon pintar dimana pedagang bisa meminjam permodalan ke bank.
“Kami bukan lembaga keuangan jadi tidak bisa memberi permodalan, namun  jika si pelapak bagus pihak bank tentu akan memantaunya,” tegasnya.
Hadirnya aplikasi ini lanjut Hendri merupakan bagian dari pergerakan warga kota Bandung dlm mensikapi covid-19 ini, salah satunya penerapan social distancing dan physical distancing.
Jika ada komplain dalam pembelian bisa komplain ke costumer service yang menanganinya, pasalnya quality control ada di drop shiper yang berfungsk sebagai administrasi yang memilih barang dagangan dari penjual ke pembeli. Dan sampai hari ini pengunduh aplikasi tersebut sudah ada 500 orang.
“Pembayaran bisa dengan COD atau menggunakan kuota yang tertera diaplikasi. Pengisian kuota bisa dilakukan di bank beberapa bank diantaranya Bank Mandiri, BNI dan BRI,” pungkasnya.
Wali Kota Bandung Oded M Danial sendiri usai meluancing aplikasi tersebut berpesan bahwa aplikasi apapun yang muncul hari ini dalam rangka persaingan pengembangan aplikasi berdimensi bisnis, murah dan cepat.
“Edukasi lagi penyebaran covid, aplikasi ini sangat mudah dan praktis,” imbuhnya usai mencoba aplikasi tersebut dengan membeli cabe marah, kacang endul dan tomat seharga Rp23.000 di pasar Balubur Town Squre (Baltos).
Ditemui di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya apliaksi ini.
“Ini merupakan upaya pelayanan kepada masyarakat, agar masyarakat menjadi nyaman berbelanja dari rumah. Sehingga bisa mengurangi pergerakan masyarakat ke luar rumah,” tuturnya.
Oded berharap dengan aplikasi ini bisa menekan penularan virus covid-19. Karena bisa mengurangi kerumuman masyarakat.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here