Tak Ada Open Bidding, Pemkot Bandung Segera Terapkan Sistem Merit

BANDUNG – Selama ini pemilihan kepala dinas ataupun rotasi mutasi pegawai negeri sipil (PNS) kini disebut aparatur sipil negera (ASN) harus melalui tahapan open bidding. Dengan cara itu semua ASN harus mampu dalam berbagai hal, cara itu dinilai kurang efektif dan karir ASN pun jadi mandek.
Namun kini ada sistem merit dimana penempatan kerja para ASN menjadi sesuai keahlian dan pendidikannya,  sehingga karir kepegawainnya lebih terukur dan jelas.
“Dengan sistem merit ini banyak  keuntungan. Karir jelas dan pak wali jadi  memilih orang orang terbaik,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Yayan A Brilyana.
Tetapi untuk menuju sistem merit itu, kata Yayan Pemkot Bandung harus melalui beberapa persyaratan terlebih dulu.
“Kemarin dari KASN (komite apartur sipil negera) memverifikasi, menilai sejauh mana kota bandung menerapkan merit sistem ada syarat syaratnya, seperti seluruh jabatannya sudah penuhi standar kompetensi jabatan, itu syarat pertama,” jelasnya.
“Jadi setiap level jabatan itu diteliti, pendidikan bagaimana?, kompetensinya bagaimana ? golongan berapa ? kita sudah memiliki. Syarat lain perencanaan kebutuhan pegawai yang sesuai beban kerja kita sudah punya. Melaksanakan administrasi promosi dilakukan terbuka ini belum semua, lalu memiliki manajeman karir yang terdiri dari perencanaan, pengembangan pola karir dan kelompok, suksesi lagi dilakukan. Pokoknya ada 9 aspek harus dikejar dalam waktu 4 bulan ini,” papar Yayan seraya mengatakan bulan Oktober nanti akan ada 4 lembaga (KASN, Kemenpan, BKN dan LAN) yang akan menilai merit sistem Kota Bandung.
Nah jika dalam penilaian 4 lembaga tersebut, sistem merit kota Bandung sangat memuaskan maka tahun depan Pemkot Bandung tidak perlu melakukan open bidding lagi, cukup mengelompokkan kompetansi ASN mana yang dibutuhkan dinas terlebih Kota Bandung sudah miliki stok ASN pilihan yang nanti akan mengisi.
“Misal untuk DPU, BKPP atau Bappelitbang sudah dikelompok dan mana yang akan disuksesikan calon pengganti, kita sudah ada,” pungkasnya.
Hasil penilaian kemarin saat KASN datang kata Yayan, baik atau sekitar dipoin 300 untuk mendapatkan penilaian memuaskan sendiri harus dipoin 400.
Dengan merit sistem ini lanjutnya, ASN ditempatkan sesuai dengan kompetensinya, kemampuan teknisnya, pendidikannya dan kinerjanya. Sehingga mereka adalah ASN terbaik dengan begitu program kerja dijalankan dengan baik dan pelayanan ke masyarakatkan dengan baik.
Disinggung dengan merit sistem kepala dinas bisa dari luar kota Bandung atau tidam, kata Yayan tetap bisa tetapi harus memiliki kompetensi ke areal yang akan dijabatnya begitupun untuk ASN luar yang akan pindah dinas ke Kota Bandung.
“Melalui pendidikan, melalui diklat, tidak bisa ujug ujug dari teknis ke non teknis. Bisa merencanakan karir yang akan dilaluinya sesuai pendidikan, itu tahapannya. Khusus jpt jabatan pimpinan tinggi boleh. Misal dari luar bagus kompetansinya dan kita butuh boleh ajukan pindah atau kita mengajukan, tapi ada syaratnya sesuai yang dibutuhkan. Semisal kesbangpol diumumkan sejabar dipilih kesbangpol, kita ada stok untuk  pejabat kesbangpol tapi dai luar boleh masuk, ada jobpit benar gak pas disitu jadi gak bidding lagi,” tutupnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here