Aman Nyaman Belanja, Pasar Andir Terapkan Protokol Kesehatan

BANDUNG – Banyak temuan kasus terpapar covid-19 di pasar tradisional. Membuat para pedagang Pasar Andir Trade Center setuju dengan pengaturan aktifitas baru.
Disampaikan salah seorang pedagang Pasar Andir Trade Center, Nono (51) selama 3 bulan terdampak pandemi Covid-19 ini cukup menyengsarakan para pedagang. Kebanyakan dari mereka baru belanja modal sehingga barang menumpuk tertahan.
Diakuinya memang tak mudah mengajak sejumlah pedagang untuk menerapkan pola baru beraktifitas. Yang pasti, para pedagang siap menjajaki kegiatan ekonomi pola baru meski hasilnya belum terlalu ramai.
“Para pedagang terus diberi penjelasan tentang resiko keselamatan yang harus ditanggung selama covid. Modal untuk perangkat keselamatan seperti plastik penghalang tak seberapa. Yang penting semua saling menjaga jarak demi kesehatan supaya usaha bisa terus berjalan,” kata Nono.
Sementara itu Pengelola Pasar Andir Trade Center, PT Aman Prima Jaya (PT APJ) bersama PD Pasar Bermartabat siap menerapkan protokol kesehatan agar memberikan
kenyamanan pelanggan dan pedagang.
“Keinginan dari pedagang dan pelanggan agar ekonomi bisa kembali bergulir itu tentu ada. Tetapi kami salut mereka mau memahami sekaligus kooperatif dengan sabar menunggu momen tepat, dan bersedia aktif menjalankan cara baru berkegiatan,” kata Wakil Manajer Operasional PT APJ Alex Ferdian.
Alex menjelaskan, mereka tak ingin gegabah membuka pasar tanpa persiapan matang. Selain mematuhi aturan pemerintah, Pasar Andir serius memperhatikan perlindungan kesehatan pelanggan dan pedagang.
Beberapa minggu sebelum dibukanya kembali Pasar Andir, pengelola telah melaksanakan simulasi adaptasi baru aktifitas pasar sebanyak 3 kali. Simulasi itu diikuti para pedagang dan dikawal langsung oleh Gugus Tugas Covid-19. Hasil simulasi itu yang dijalankan hingga hari ini. Untuk memudahkan pengawasan, akses masuk ke gedung pasar 4 lantai itu dipersempit dari 36 pintu menjadi 4 pintu.
Pengunjung dibatasi dengan total jumlah orang yang boleh ada di dalam Gedung pasar hanya 30%. Lalu lintas manusia diatur dengan hitungan alat checker. Petugas memeriksa suhu tubuh dan meminta pengunjung menggunakan masker.
Antrean pengunjung diberi jarak dengan penyediaan tempat duduk di akses masuk. Anak kecil di bawah 12 tahun, pengunjung dengan gejala batuk serta demam, dan pelanggan yang tak mengenakan masker tidak diperbolehkan masuk.
Di dalam gedung, lebih dari 2200 kios fesyen tersohor dan disebut-sebut sebagai Tanah Abang-nya Bandung itu boleh buka diatur berdasarkan nomor kios ganjil-genap. Dengan begitu, kios satu dan lainnya berjarak. Pengunjung diwajibkan menghindari tapak lantai yang telah diberi tanda untuk mengatur jarak antarmanusia. Disiagakan petugas di setiap lantai gedung untuk mengarahkan para pengunjung sekaligus menegur jika terjadi ketidaktertiban.
Adapun pedagang diminta untuk mendesain kiosnya agar tidak membuka ruang kerumunan. Di beberapa kios yang luas, pedagang hanya boleh melayani dan menunggu pelanggan di meja kasir berpenghalang plastik. Waktu berkunjung juga dibatasi. Untuk penanganan jika ditemukan orang dengan gejala Covid-19, terdapat kapsul isolasi hasil kerjasama dengan perusahaan swasta spesialis bidang kesehatan sebagai tempat tindakan kedaruratan sebelum petugas medis datang.
Simulasi ini dilakukan berulang sebelum akhirnya pasar mulai dibuka pada 13 Juni 2020 lalu. Gaya terapan baru ini juga hasil rembukan bersama perwakilan pedagang.
“Sejauh ini semuanya berjalan lancar. Semua saling menjaga diri. Kami sangat berterima kasih kepada pedagang karena mau bekerja sama dengan mementingkan kepentingan bersama,” kata Alex.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here