20 Perusahan Dan Hotel Ajukan Penangguhan Bayar PDAM

BANDUNG – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtaweing Kota Bandung Sonny Salimi membenakan sedikitnya 20 perusahaan berbagai bidang dan hotel meminta penangguhan tagihan pembayaran PDAM.

“Yang minta penangguhan pembayaran itu bukan hanya pelanggan air minum saja tetapi juga pelanggan air limbah ke kita itu kan berbayar, itu juga banyak yang minta penangguhan,” terang Sonny di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2020).

Namun lanjut Sonny, harus dipahami bahwa PDAM bukan dinas ataupun institusi yang memiliki anggaran d dari pemerintah, tapi PDAM ini perusahaan yang hidupnya juga dari biaya diterima dari penjualan ataupun jasa pelayanan air, maka kalau misal pelanggan meminta penangguhan harus evaluasi ketat agar tidak jadi bumerang sehingga PDAM tidak bisa operasional. 

“Beberapa hotel minta ditangguhkan bisa difahami tapi katau minta discount gak bisa pdam mau discount ke siapa. Bayar listrik, bahan kimia untuk operasionl bagaimana.  Makanya tidak ada discount bahkan penghapusan untuk penagihan pun ketat. Pelanggan dari air minum dan air limbah yang mengajukan ada sekitar 20 an meminta untuk 3 bln kedepan,” paparnya.

Untuk penangguhan sendiri kata Sonny saat melihat catatan penggunaan air, jika penggunaan seperti biasa berarti tidak bisa ditangguhkan karena artinya masih ada aktifitas. Tetapi kalau turun aktifitasnya baru diperbolehkan.

“Pendapatan air minum kalau normal per bulan sekitar Rp20 miliar sekarang jadi Rp16 mliar atau 20% persen menurut sejak bulan maret atau covid-19 booming. Untuk air limbah sendiri dari Rp800 juta sekarang Rp400-300 juta atau 50% nya, padahal mereka itu diandalkan untuk menutup yang subsidi,” tandas Sonny.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here