Oded: Sejumlah Ruas Dibuka, Jika Kurva Naik Bisa PSBB Maksimum Kembali

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.
BANDUNG – Sejumlah ruas jalan di kota Bandung kini telah dibuka paska penerapan sosial berskala besar (PSBB) maksimum, seperti terpantau di Jl Asia Afrika.
Kini pada penerapan PSBB Proporsional diruas ruas jalan itu tidak ada petugas cek poin. Namun demikian kata Wali Kota Bandung Oded M Danial petugas di cek poin dialihkan untuk melakukan tindakan optimal di kewilayahan.
“Adapun beberapa ruas jalan semula ditutup sekarang dibuka itu senantiasa prinsipnya buka tutup saya minta ke Kapolrestabes betul betul setip saat melakukan evaluasi. Jika warga keluar dan aji mumpung harus ada tindakan itu kita evaluasi terus,” ujar Oded di Bale Kota, Selasa (2/6/2020).
Soal hari sabtu lalu ada yang melakukan pemotretan pre wedding. Oded telah minta gugus tugas agar tetap ketat walaupun PSBB proporsional.
“Mudah mudahan saya jadikan evaluasi buat gugus tugas. Begitupun terkait soal PKL belum juga, itu harus evaluasi,” paparnya.
Disinggung apakah ada kemungkinan bisa kembali ke PSBB maksimum, lanjut Oded bisa jadi.
“Karena kita harus evaluasi makanya tadi yang penting ketika sekarang ada pergeseran psbb penuh ke proporsional apabila dalan evaluasi angka kurva naik lagi harus evaluasi lagi dan balik lagi (psbb maksimum),” tandas Oded.
Soal tak adanya cek poin berdampak tak adanya pengawasan kepada warga luar Bandung, menurut Oded sebenarnya tetap ada pengetatat, namun setelah cek poin tidak ada harus lebih hati hati didalam kota. Karenanya petugas cek poin bukan berhenti tapi dialihkan dikewilayahan.
Terkait pusat perbelanjaan ataupun mal sendiri Oded menyampaikan bahwa sampai hari ini belum ada pernyataan boleh buka, apalagi bioskop.
Hal itu karena berdasarkan kajian terakhir dan kesimpulan rapat terbatas bersama forkompimda bahwa mal belum boleh buka.
Disinggung kebijakan penutupan mal pada perwal itu bertentangan dengan Pergub. Oded pun menjelaskan bahwa hal itu memang bisa beda diterapkan di kota kabupaten masing masing sesuai keputusan forkompimda daerahnya masing masing.
Lanjutnya, selama pelonggaran PSBB ini yang tarik ulur agar dilonggarkan ada di sektor ekonomi dan ibadah sedang untuk pendidikan masih jauh masih belum ada pembahasan kapan diperbolehkan.
Untuk evaluasi sendiri diakui Oded dilakukan setiap saat namun diakumulasi untuk kemudian diakhir PSBB menentukan kebijakan selanjutnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here