Sejumlah Cek Poin Digeser, Penjagaan Bakal 24 Jam

BANDUNG – Hasil evaluasi 8 hari penerapan sosial bersekala besar (PSBB) di sejumlah titik ternyata lokasi cek poin harus digeser.
Menurut Wakil Wali Kota Bandung hal itu guna mengefektifkan mereka yang ditindak putar balik. Cek poin semula lokasinya menyulitkan para pelanggar putar balik. Sedang lokasi cek poin kini memudahkan mereka memutar balik saat ditindak petugas.
“Karena kemarin dari Pasteur disana kalau melanggar standar kesehatan WHO itu gak ada putaran jadi geser kesini yang dari cimahi geser kesini, tujuannya yang melanggar bisa di putar balik. Yang digeser cek poin Pasteur, Cibereum ke Jl Elang terminal damri,” tegas Yana usai memonitor cek poin Gunung Batu semula di Jl Pasteur, Kamis (30/4/2020).
Bukan hanya menggeser cek poin, hasil evaluasi juga penjagaan kata Yana bakal diperketat menjadi 24 jam.
“Diupayakan 24 jam, kapannya nah ini dibahas dulu karena berkaitan dengan tenaga juga,” tuturnya.
Sedang terkait kebijakan roda dua atau sepeda motor tidak boleh berboncengan, kata Yana pemkot Bandung tegas melakukan hal itu kendati daerah lain masih mentolelir.
“Kalau komunikasi antar kepala daerah ada cuman kebijakannya agak berbeda, kalau kami di kota bandung standar protokol kesehatan WHO saja jadi sarung tangan, masker, pisikal distancing 2 meter,” tegasnya lagi.
Mereka yang masih ditolelir di Kota Bandung lanjutnya semisal tenaga medis, katakan perawat tidak bisa bawa sepeda motor ada diskresi.
“Pokoknya kalau kota Bandung ikut protokol kesehatan WHO itu sudah. Karena itu kebijakan masing masing, kan PSBB ini kesehatan jadi standar itu dipakai,” pungkasnya.
Maaih kata Yana, soal penyekatan jalan di kota Bandung sendiri kemungkinan bakal ditambah di beberapa titik. Hal itu agar orang yang hanya ingin keluar dengan alasan tidak jelas mengurungkan niatnya.
“Jl dewi sartika dan buah batu, pasar baru sudah, usahakan akses masuk kota. Karena kita sedang petakan juga orang itu apakah lewat perlintasan kota ke satu tujuan atau memang sebetulnya hanya lewat. Sudah kita analisa kemarin dari dishub satlantas ternyata ditutup itu sebetulnya tidak terlalu perlu orang kesitu. Karena orang dari luar harus ke bandung tidak usah melintasi jalan tersebut dan kemungkinan ditambah,” tandasnya.
Dengan penyekatan dan pemeriksaan cek poin ini Yana mengklaim volume kendaraan di jalan mengalami penurunan dari hari biasa.
“Pelanggaran juga semakin berkurang, mudah mudahan lah, biasa normal hanya tinggal 30 persen jadi ada penurunan 10 persen, mudah mudahan linier dengan positif corona,” tutupnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here