Ketua DPRD Kota Bandung: Kalau Bisa BPJS Jangan Naik

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan.

BANDUNG – Saat ini pemerintah pusat tengah mengkaji kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2022 mendatang.

Menanggapi itu Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengaku menolak kenaikan tarif jika diimplementasikan dalam tahun 2021. Pasalnya kondisi hari ini apalagi terjadi pandai covid-19 sehingga kemampuan pemerintah terbatas.
“Sebaiknya jangan naik. Memang saat ini tidak akan terjadi pembayaran ganda pengguna BPJS nunggak gunakan UHC karena single data jadi konekting, tetapi tetap kalau sampai naik itu memberatkan,” jelas Tedy.
Bagi peserta BPJS yang menunggak sendiri kata Tedy bisa meminta bantuan Baznas dengan catatan membawa surat keterangan tanda miskin (SKTM) dan itu dibantu full hanya beberapa persennya saja.
Senada dengan Tedy, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku keberatan jika iuran dinaikan.
“Itu masih ditinjau kan, masih ada keberatan dari kelompok masyarakat, katanya akan naik tapi belum. Sekarang masyarakat sedang terbebani dampak covid, raasanya cukup berat,” ujarnya.
“Itu kebijakan pusat, kita mohon tidak naik. Karena dampak pandemi ini semua bidang sosial ekonomi kena. Jangan dibebani lagi, memberatkan juga,” tegasnya.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here