Dewan Dukung Pemkot Bandung Koordinasi Dengan Provinsi Jabar

BANDUNG – Menanggapi harapan Gubernur Jawa Barat terhadap Kota Bandung harus menangkap 7 kesempatan ekonomi paska covid, Ketua DPRD Kota Bandung Tedi Rusmawan mengatakan bahwa harapan itu tidak bisa ditindak lanjuti semua.
7 ekonomi itu yakni peluang investasi dari Tiongkok, kesiapan swasembada pangan, central of excelent bidang kesehatan, ekonomi 4.0, ekonomi digital inovation, ekonomi sustainable energi dan pariwisata lokal.
“Tidak semua bisa ditindak lanjuti, misal investasi dari Tiongkok kalau arahannya pabrik besar kita tidak punya lahan. Tetapi kalau pengembangan IT bisa, kan ada di bandung teknopolis itu masih memungkinkan. Swasembada terus kita dorong,” ungkapnya usai rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke-210 tahun di ruang sidang DPRD Kota Bandung Jl Sukabumi No 30 (25/9/2020).
Sementara itu soal pariwisata lokal, kota Bandung kata Tedi memang merupakan gerbang keluar masuk warga menuju sejumlah objek wisata di Jawa Barat.
“Disini gerbangnya maka harus betul betul dalam pelayanan. Makanya bandara Husein Sastranegera tetap harus bisa jalan, ini kan tahap pemulihan tapi sudah berdampak lebih baik kan,” jelasnya lagi.
Dalam kesempatan itu Tedi pun menyampaikan dalam kondisi pandemi ini, Pemkot tetap harus memprioritaskan penanganan covid lebih sistematis. Terlebih trend kasus covid hari ini kembali naik, maka upaya upaya terkait aksi dari Pemkot juga lebih konkrit.
“Kemarin juga kita dengan forkompimda sampaikan, harus diukur betul kemampuan tenaga kesehatan kita. Jadi waktu yang sudah enam bulan ini jangan sampai tenaga kesehatan kelelahan,  tidak optimal lagi, ini harus betul betul diantisipasi sehingga ketika ada berapa hal permintaan masyarakat untuk dilakukan pembukaan relaksasi, tempat hiburan malam dan tempat main anak sementara ditunda dulu, karena ilkita melihat kondisi sedang agak naik,” tutur Tedi.
Kemudian terkait covid ini, Tedi menghimbau Pemkot Bandung harus terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terutama untuk ketersediaan reagen dan rapid tes.
“Tadi ada angin segar dari pak gubernur kalau ada kebutuhan dekat dengan provinsi silahkan ajukan, termasuk kebutuhan kebutuhan menyangkut tadi karena biaya untuk reagen ini cukup besar karena kita sudah punya BSL nya ini juga penting tindak lanjut kota Bandung,” ujarnya lagi.
Hal lainnya, meski terbatas anggaran pemkot harus tetap melakukan kegiatan pembangunan dengan skala prioritas.
“Kemarin diperubahan kita menyampaikan karena anggaran berkurang. Kita mengefisiensi yang ada, per September ini pajak daerahnya baru  dapat 40 persen di Rp800 miliar dari Rp2 triliun sekian nah itu harus diatur atur dari penanganan covid dan untuk yang lain,” pungkasnya.
“Sehingga kita prioritas, namun tetap menjaga memelihara aset pemkot yang banyak hilang. Minimal dengan perbanyak cctv, tingkatkan kualitas keamanan di kota Bandung. Infastruktur taman juga harus dipelihara, intinya dalam kondisi pandemi lakukan inovasi karena masyarakat merindukan inovasi. Bandung itu selalu harus ada sesuatu yang baru. Ngobrol disalah satu radio harus ada fly over sepeda untuk memacu orang bersepeda meninggalkan kendaraan pribadi. Kalau biasa saja dianggap gak kerja padahal sudah kerja sana sini,” bebernya.
Terkait pendidikan jarak jauh pun Tedi mengapresiasi aksi Pemkot yang melakukan trobosoan dengan menghadirkan tv satelit walau belum tahu seperti apa bentuknya.
“Itu lah yang harusnya dilakukan, oleh kota agar menghadirkan optimisme menghadirkan gairah berkontribusi berpartisipasi dalam pembangunan. Perubahan insya allah, tahun depan evaluasi beberapa hal pemerintahan hari ini, ada perbaikkan yang signifikan walau dalam kondisi pandemi sambil berdoa vaksin segera ditemukan, tadi informasinya kalau berhasil januari ditemukan ya mudah mudahan lah,” harapnya.
Terkait penanganan banjir, transportasi dan lingkungan hidup sendiri diakui Tedi seharusnya dibentuk tim karena harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan daerah lain yang berbatasan dengan Kota Bandung.
“Kesehatan untuk UHC kini Rp240 milar dari tahun ini Rp190 miliar. Dari pusat masih ada yang Rp25 miliar untuk jaring sosial. Penanganan banjir dan infastruktur jalan Rp8 miliar itu yang tetap prioritas ada tahun depan,” tutupnya.
Sementara itu Wali Kota Bandung Oded M Danial menyambut baik 7 pemulihan ekonomi paska covid tersebut.
“Alhamdulilah sebelum ada paripurna mang oded sudah ngobrol, intinya ada historis dengan mang oded, pak gubernur wali kota dan mang oded wakil. Ya meminta yang 7 tadi kita berkoordinasi lagi dengan baik terutama dengan dewan, kita sustainable pembangunan kota Bandung, pokoknya disambut baik,” ucap Oded.
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan momentum Hari Jadi Kota Bandung (HJKB), Kota kembang ini bisa menangkap 7 peluang ekonomi dari Provinsi Jawa Barat yang akan dilakukan paska melawan covid-19.
7 ekonomi paska covid  itu kata Emil sapaan akrab orang nomer satu di Jabar yakni peluang investasi yang kini bergeser dari Tiongkok bisa ditarik ke Bandung.
Harus mulai menyiapkan swasembada pangan karena krisis pandemi ini kata dia berujung pangan.
“Central of excelent bidang kesehatan menjadikan kota sebagai pusat kesehatan, ekonomi 4.0, ekonomi digital inovation yang juga unggulan kota Bandung, lalu ekonomi suistainable energi seperti mobil listrik, motor listrik avaiable dan pariwisata lokal,” jelas Email usai menghadiri sidang HJKB di gedung paripurna DPRD Kota Bandung Jl Sukabumi, Jumat (25/9/2020).
Di masa pendemi ini Emil juga berharap Kota Bandung menjadi kota terbaik dalam penanganan covid. Pasalnya semua ilmu, peralatan, bantuan sebenarnya terpusat disini.
“Kalau bisa semua 7 tadi kalau enggak sebagian. Menurut hitungan kalau itu semua dikuasai dan fokus, dimasa mendatang ada pandemi covid lagi 7 ekonomi ini paling aman dan itu semua ada di kota bandung untuk dimaksimalkan,” ucapnya.
Pemerintah provinsi sendiri lanjutnya akan selalu mendukung Kota Bandung.
“Tinggal disempurnakan proses komunikasi pembangunannya minimal fly over kan sudah dua, mangga dimaksimalkan,” paparnya.
Masih kata Emil, kota Bandung harus lompat dari zona nyamannya.
“Itu tadi lompatan dari comport zone. Saat ini hanya bisa survival dulu tidak bisa konsep konsep, bertahan hidup dulu survive, selamat dulu aja, nanti setelah lewat baru,” tandasnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here