Bayar Tagihan PDAM Online, Kini Makin Banyak Pilihan

BANDUNG – Agar pelanggan tidak usah lagi mengantri di kantor kas pembantu setiap bulan untuk membayar tagihan air. Kini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung mempermudahnya dengan memberlakukan pembayaran secara online.
Caranya cukup mengunduh aplikasi pembayaran atau miliki kartu ATM perbankan yang sudah resni berkerjasama dengan PDAM.
Sampai saat ini sudah sekitar 15 lembaga pembayaran terdiri dari online shop, perbankan dan mini market yang bekerjasama dengan PDAM, diantaranya via ATM BCA, Mandiri, BJB, BNI, BSM. Lalu via internet banking BSM, Mandiri, BNI, serta via aplikasi online shop Dana, Shopee, Tokopedia, Indomart dan lainnya.
Direktur Utama PDAM Tirtawening Sonny Salimi mengatakan sistem pembayaran online itu diterapkan selain mempermudah pelanggan, tetapi juga untuk menghindari penyebaran virus covid-19 dimasa pandemi ini.
Sonny berharap semakin banyaknya lembaga pembayaran dan perbankan yang bekerjasama maka kedepan seluruh pelanggan PDAM melakukan pembayaran secara online.
“Kedepan semua pelanggan sudah 100 persen membayar secara online,” harap Sonny usai launching pembayaran PDAM via ATM BCA.
Namun demikian, kendati pembayaran secara online, karyawannya tidak berkurang namun akan bergeser ke bidang lain semisal pekerjaan administrasi lainnya.
“Misal pengelolaan aset atau ke pekerjaan teknis seperti kegiatan penertiban pelanggan yang menunggak,” ujarnya.
Sonny sendiri memilih pelanggan membayar secara online ketimbang secara langsung ke kantor kas.
“Lebih baik online sehingga kebutuhan SDM bisa minimal dan kebutuhan fasilitas pembayaran tunai dapat dialih fungsikan ke kegiatan lain atau bahkan bisa di sewakan,” jelasnya.
Masih kata Sonny, agar pelanggan semakin banyak menggunakan pembayaran secara online. Pihaknya terus menyosialisasikan.
“Sosialisasi difasilitas pembayaran tunai PDAM disampaikan langsung pada saat pelanggan membayar tunai maupun oleh petugas pencatat meter pada saat mencatat serta disampaikan melalui media cetak, elektronik maupun media sosial,” tandasnya.
Berdasarkan data PDAM sejak pandemi ini pembayaran online meningkat. Pembayaran melalui kas pembantu tercatat sebanyak 63.185 SL atau sekitar Rp 7.205.299.374. Sedangkan pembayaran pelanggan secara online sebanyak 101.759 SL atau sekitar Rp 11.291.044.615.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here