Cek Penanganan Virus Corona, Dinkes Tanjab Barat Cuek

ISOLASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona mematikan yang dimulai di Kota Wuhan, Selasa (28/1). Foto: AFP

RADARPENA.ID – Berkenaan dengan adanya dugaan pasien pengidap virus corona, Staf Ahli Menteri Kesehatan Republik Indonesia Bidang Hukum Kesehatan, dr Kuwat Sri Hudoyo, dijadwalkan datang ke Jambi, Rabu (29/1) kemarin.

Dia akan mengecek penanganan medis yang dilakukan oleh pihak RSUD Raden Mattaher Jambi. Hal ini disampaikan Karo Humas Pemprov Jambi, Johansyah.

Menyikapi merebaknya virus corona, beberapa pihak di Jambi telah melakukan upaya dan antisipasi. Ini dilakukan agar meminimalisir masuknya wabah tersebut di wilayah Provinsi Jambi, mulai dari bandara hingga pelabuhan.

Namun, berbeda dengan Dinkes Tanjab Barat, yang terkesan diam dan seperti tak acuh dengan hal tersebut. Sekretaris Dinkes, Johanes Sitorus terkesan menghindar ketika hendak dikonfirmasi terkait upaya apa yang akan dilakukan pihaknya menyikapi hal tersebut.

Bahkan, ia mengulur-ngulur waktu ketika hendak ditemui di kantor, begitu pun dikonfirmasi via telpon dan whatsApp, alasannya masih ada rapat. Senada juga diperlihatkan oleh Kadinkes Tanjab Barat, Andi Pada. Beberapa kali dihubungi, nomor telponya bernada tidak aktif. Sementara pesan whatsapp hanya dibacanya begitu saja.

Sementara itu, koordinator wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kuala Tungkal, Lasno mengatakan, sebagai salah satu jalur masuk ke wilayah Jambi dari luar negeri, pihaknya bersiaga di pelabuhan dengan memerikasa semua penumpang kapal.

“Yang mencurigakan akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat thermoscanner. Kemungkinan hari ini datang dan petugas siap siaga mengantisipasi,” katanya, Senin (27/1).

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Imigrasi dan jajaran lainnya. “Kita standby dan edaran sudah kita keluarkan terkait virus corona,” tuturnya.

Dikhawatirkan, penumpang yang berasal dari luar negeri seperti China, dan sejumlah negara lainnya akan masuk ke Jambi melalui Tungkal. “Bisa saja transit di pelabuhan Hang Nadim Batam, kemudian melanjutkan dengan menggunakan jalur air,” tukasnya.

Terpisah, Wali Kota Jambi, Sayrif Fasha mengumpulkan pejabat lintas sektor serta para lurah yang ada di Kota Jambi, kemarin di ruang pola kantor Wali Kota. Pertemuan ini dilakukan agar masyarakat Jambi tidak panik dan khawatir.

“Jangan terlalu panjang berandai-andai dan jangan berspekulasi. Karena apabila nanti memang wabah ini terbawa ke Kota Jambi maka nantinya kami pemerintah yang akan bertanggung jawab,” sebut Fasha.

Lanjutnya, warga Jambi yang hendak ke luar negeri maupun baru kembali ke Jambi harus tetap discreening di bandara. Hal ini guna mencegah penyebaran virus corona yang sangat berbahaya.

“Siapa saja yang turun dari pesawat baik wali kota, gubernur dan lainnya harus diperiksa jika turun dari pesawat. Nanti kan terbaca dari alat yang digunakan berapa suhu tubuh, jika suhunya di atas 39 derajat Celcius maka akan dilihat riwayat perjalanannya dan akan dilakukan screening awal,” katanya.

Terkait dengan kesiapan puskesmas di kota Jambi, dikatakan Fasha bahwa Puskesmas tidak bisa menolak jika ada pasien terindikasi virus Corona. Faskes kesehatan dan Puskesmas harus melakukan screening awal dan bisa di ujuk ke rumah sakit Raden Mataher .

“Kami juga sudah tekankan agar setiap rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta harus menyiapkan ruang isolasi awal dan screening awal. Dan jika memungkinkan tidak akan dikenakan biaya atau gratis,” pungkasnya.

Sementara itu, Andrian Tarigan selaku Kasi Bidang Karantina dan Surveilans Epidemologi (PKSE) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Jamb mengatakan, alat therma sceaner yang dimiliki oleh pihaknya tidak dapat digunakan. Sehingga, menggunakan cara manual.

“Kami ada upaya mencegah tangkal keluar masuknya penyakit. Sesuai instruksi pusat. Memang sekarang kita secara manual, sebab alatnya tidak bisa digunakan.” sebutnya.

Terpisah, Kadinkes Provinsi Jambi, Samsiran Halim mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona.

Lanjutnya, saat ini pihaknya juga telah mengambil sampel dahak dari WNA tersebut dan telah dikirim ke Jakarta untuk diperiksa. Untuk uji laboraturium ini, membutuhkan waktu selama 14 hari ke depan.

Ditambahkan Samsiran, saat ini kondisi pasien masih baik-baik saja dan kondisi suhu tubuh masih normal. “Tak perlu menunggu hasil, jika dia baik-baik saja kenapa harus kita tahan,” ungkapnya.

Selain itu, dokter spesialis paru RSUD Raden Mattaher Jambi, Midiyanto mengatakan, kondisi pasien semakin membaik, dan sudah dilakukan pemeriksaan seperti rontgen, keluhan dari pasien juga tidak ada.

Dijelaskannya, hasil pemeriksaan saat ini dari dokter ahli paru di Jambi pasien kemungkinan hanya terkena ISPA biasa. (zol/slt/zen/muz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here