Beda Pendapat MenPAN RB-Gubernur Jateng Terkait Kebijakan Penghapusan Honorer

PENJELASAN - MenPAN RB Tjahjo Kumolo didampingi Gubernur Ganjar Pranowo, Bupati Wihaji, dan sejumlah pejabat pusat-daerah, menjawab pertanyaan awak media soal nasib honorer, usai meresmikan MPP Kabupaten Batang, Kamis (23/1). Foto: M DHIA THUFAIL

RADARPENA.ID – Rencana penghapusan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih menjadi perdebatan bagi sejumlah kalangan. Silang pendapat pun terlontar dari mulut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Tjahjo Kumolo dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ditemui Kamis (23/1/2020) kemarin usai menghadiri Grand Launching Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Batang, Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan menghapus tenaga honorer secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor usia dan faktor lainnya.

“Pemerintah mulai 2018 sudah melakukan penyaringan termasuk tes ulang kembali, mana-mana yang bisa memenuhi standar. Bagi (tenaga honorer) yang tidak memenuhi standar pun pemerintah akan berupaya melalui pemda dengan membuka program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K),” ujar Tjahjo.

Ia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Menteri Pendidikan untuk menyelesaikan masalah tersebut, karena sebagian besar (masalah) tenaga honorer ada pada tenaga guru dan pegawai honorer di Dinas Kesehatan.

“Jangan sampai (bagi tenaga honorer) karena faktor usia yang tidak memungkinkan menjadi aparatur sipil negara (terabaikan), tetapi tetap akan diperhatikan,” ucap Tjahjo menegaskan.

Baca Juga : Prabowo Ingin Bangun Pertahanan Semesta

Pemerintah, kata Tjahjo, ke depan akan menyiapkan program di setiap satu desa minimal ada 10 guru, 10 tenaga kesehatan di puskesmas pembantu, penyuluh pertanian, penyuluh peternakan, dan penyuluh pengairan.

“Kalau satu desa ada pegawai negeri yang meliputi ketiga tadi. Ini yang sedang kami persiapkan dengan baik. Kebutuhan berapa, jumlah desanya berapa, sekolah dasarnya (SD) berapa, SMP-nya berapa, sampai berapa jumlah puskemas pembantunya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here