Waspada! Rawan Mie dan Tahu Berformalin

Ilustrasi: Penggerebekan pabrik rumahan pembuatan mie berformalin di Jalan Teratai, Keluruhan Sidomulyo Timur, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. (Istimewa)

RADARPENA.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau, Afdil Kurnia menegaskan saat ini Kota Lubuklinggau masih rawan dengan mi basah dan tahu mengandung formalin. Untuk itu, pembinaan dan pengawasan rutin mereka laksanakan.

Seperti kemarin (20/1), petugas BPOM datang ke sekolah terutama Sekolah Dasar (SD) untuk melakukan pengawasan jajanan di kantin sekolah maupun jajanan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengawasan dan pembinaan seperti ini diakui Apdil, monitoring seperti ini sudah menjadi tugas rutin mereka. Hanya saja untuk saat ini, mereka sedang fokus pengawasan di kantin dan lingkungan SD maupun SMP.

Beberapa jajanan dijelaskan Apdil, mereka cek terutama jajanan yang berisiko mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, pewarna, boraks dan zat pengawet berbahaya lainnya.

“Petugas kita biasanya melihat jajanan tersebut, aman gak dikonsumsi anak-anak terutama anak-anak SD yang belum bisa memilih jajanan. Ketika terbukti ada yang menggunakan bahan-bahan kimia, kita beritahu pihak sekolah agar pedagang tersebut dilarang menjual jajanan seperti itu. Dan pedagang yang jajanan kita cek, kita berikan surat peringatan,” jelas Apdil.

Begitu juga dengan pedagang di luar sekolah, jajanan yang dijual mereka cek. Jika terbukti mengandung bahan berbahaya, pedagangnya diberikan pembinaan dan peringatan. Seperti kemarin saat mengecek mi basah pedagang bakso, petugasnya mengambil sampel dan ternyata terbukti berformalin sehingga mi basah yang ada diminta untuk disingkirkan dari gerobaknya.

Baca Juga : Victory Kubur Mimpi Serdadu Tridatu

“Memang untuk pedagang yang berjualan di lingkungan sekolah memang susah diberikan pembinaan, tetap identitasnya kita data kita berikan peringatan. Kalau sudah pemeriksaan kedua masih ditemukan, ya kita proses lagi. Yang kita hindari jangan sampai ada anak-anak keracunan,” tegasnya.

Untuk itu kedepan, bekerja sama dengan pihak sekolah, pihaknya berharap setiap sekolah memiliki kantin. Tujuannya, agar pedagang serta jajanan yang dijual di sana terkontrol. Pihaknya siap membina kantin sekolah, agar menjadi kantin sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here