Penyidikan Kasus Ganja Tiga Karung Rampung

Ilustrasi. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Penyidikan kasus ganja tiga karung yang disimpan di dalam bekas septic tank di Kampung Padurung, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang rampung. Senin (30/12) berkas perkara berikut tersangka dilimpahkan penyidik Ditresnarkoba Polda Banten kepada penuntut umum Kejari Serang.

“Hari ini (kemarin-red) telah dilaksanakan proses tahap dua di Kejari Serang. Barang bukti berikut tiga orang tersangka telah kami serahkan kepada penuntut umum Kejari Serang,” kata Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Kusnadi.

Tiga tersangka tersebut Juwarin (48) warga Kampung Padurung, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rendi Fajar (24) warga Kampung Cicongkok, Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang dan Fahrudin (25) warga Kampung Pakem Selamat, Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. “Sebenarnya ada empat orang yang ditetapkan tersangka, tapi satu orang (Moch Eko Riyadi-red) menyusul. Berkasnya terpisah (untuk Eko-red) karena dia menjalani perkara kasus sabu-sabu,” kata Ade.

Pengungkapan kasus ganja 82,867 kilogram tersebut berawal dari penangkapan terhadap Moch Eko Riyadi di Area Terminal Pakupaten, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Sabtu (7/9). Dari tangan Eko tersebut, polisi dari Ditresnarkoba Polda Banten mengamankan satu bungkus sabu-sabu dengan berat 500 gram.

Dari pengakuan Eko tersebut, polisi mendapati informasi mengenai pengiriman ganja dalam jumlah besar yang dikirim melalui kargo. Senin (9/9) Fahrudin dan Rendi Fajar ditangkap polisi di Kampung Sodok, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Saat diintegorasi keduanya mengaku terlibat jaringan ganja tersebut. Keduanya lalu menunjukan kediaman Juwarin dan lokasi penyimpanan ganja. “Barang buktinya ada tiga karung ganja yang disimpan di belakang rumah salah satu tersangka (Juwarin-red). Lokasinya berada di kebun bekas septic tank,” kata Ade.

Dari pengakuan para tersangka, pengiriman ganja tersebut dikendalikan oleh napi dari Lapas Kelas IIA Serang berinisial AA. Namun polisi tidak menetapkan AA sebagai tersangka lantaran kekurangan alat bukti. Alat komunikasi telepon yang diduga digunakan AA tidak ditemukan polisi saat melakukan penggeledahan. Begitu juga saat dilakukan pemeriksaan, AA membantah terlibat jaringan tersebut. Kendati sindikatnya mengakui mendapat perintah dari AA. “Yang ditetapkan tersangka empat orang,” ujar Ade.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Serang Yogi Wahyu Buana saat dikonfirmasi membenarkan proses tahap dua tersebut. Ketiga tersangka kata dia telah dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Serang. “Iya betul dilakukan tahap dua hari ini dari Kejati ke kami (Kejari Serang-red). Ada tiga orang tersangkanya,” kata Yogi.

Berkas perkara tersebut akan dilimpahkan pada awal tahun 2020. Penuntut umum tinggal merampungkan surat dakwaan terhadap ketiga tersangka. “Untuk berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. Mungkin awal tahun 2020 sudah dilimpah (berkas perkara-red),” tutur Yogi. (mg05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here