Peringati Hari Anti Korupsi, Ketua MUI Jadi Sorotan

Ilustrasi (Istimewa)

RADARPENA.ID – Sejumlah elemen masyarakat dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi kemahasiswaan menggelar unjuk rasa dalam memperingati Hari Anti Korupsi Internasional di depan kantor Walikota Cilegon, Senin (9/12).

Dalam unjuk rasa tersebut salah satu yang menjadi sorotan adalah terpilihnya Dimyati S Abu Bakar sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon.

Dimyati menjadi salah satu sorotan dalam unjuk rasa tersebut karena ia diketahui mempunyai rekam jejak sebagai mantan narapidana kasus korupsi saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cilegon.

Ketua DPD Himpunan Pemuda Al-Khairiyah Kota Cilegon Ismatullah menuturkan, masyarakat tidak mau dipimpin oleh mantan narapidana terutama kasus korupsi. “Beliau (Dimyati) saat menjabat sebagai anggota dewan terjerat kasus korupsi, kita tidak mau,” ujar Ismatullah disela-sela aksi.

Ia melanjutkan, seseorang telah menyandang status sebagai mantan narapidana kasus korupsi secara etika tidak laik menjadi pemimpin, terlebih dalam organisasi yang menaungi para ulama.

Karena itu, ia meminta kepada MUI Provinsi Banten untuk tidak mengeluarkan Surat Keputusan Dimyati sebagai Ketua MUI Kota Cilegon. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka masyarakat akan melakukan unjuk rasa di MUI Pusat.

Menurutnya Kota Cilegon sudah beberapa kali mempunyai pengalaman pemimpin yang tersandung kasus korupsi. Menurutnya hal itu seharusnya menjadi catatan bagi lembaga pemerintahan atau lembaga publik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here