Fuel Card Bisa Bantu TPID

Ilustrasi. Foto: tcsfuel

RADARPENA.ID – Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung (BI Babel) menanggapi positif peluncuran fuel card untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Babel. BI optimis, jika fuel card dilaksanakan sesuai dengan aturan, maka akan mendatangkan manfaat bagi pendistribusian BBM secara tepat sasaran, dapat membantu tugas Tim Pengandalian Inflasi Daerah (TPID) Babel.

“Mungkin awalnya memang sulit, tapi yakinlah meski memang agak terkesan dipaksakan, tetapi masyarakat juga harus sudah berubah dan kuat dengan perubahan, karena kalau tidak maka akan sulit terlebih di era milenial dan globalisasi digital yang semakin cepat ini,” Kepala Unit Pengembangan Ekonomi BI Babel, Taufik Eko Nugroho.

Taufik mengungkapkan, bahwa tidak semua daerah siap memberlakukan fuel card. Dia mencontohkan di Babel yang sempat menuai pro kontra, apalagi untuk mengubah kebiasaan masyarakat.

“Saya sering melihat di Lampung, Palembang, Bandung dan sebagainya bahwa solar subsidi itu bukan hal yang langka, tidak seperti di Bangka yang justru ngantri BBM sudah mulai dari jam 20.00 malam. Bahkan, antriannya sangat panjang. Walaupun selama ini sudah ada upaya menangani ini semua, tetapi pengendaliannya ternyata tetap tidak semudah yang diharapkan,” ujar Taufik.

“Saya juga sudah sempat ngobrol dengan salah satu pejabat pemda, bahwa katanya belum satu minggu fuel card diberlakukan, justru sudah banyak pula yang mengantri BBM premium atau bensin bersubsidi. Bahkan ketika kami juga sempat mengobrol dengan para stakeholder, mereka juga mengaku sudah tahu bahwa kita harus segera ke premium mas, paling lambat 1 bulan. Kenapa memangnya? Karena biasa ada gula ada semut,” tambah Taufik menirukan kondisi saat itu.

Baca Juga : Tebang Pohon Pemerintah, Siap-siap Disanksi

Taufik berharap fuel card dapat mengantisipasi penyalahgunaan BBM subsidi. Dari informasi yang diperoleh pihaknya, jumlah pengguna fuel card di Babel yang sudah terdaftar di Kantor Samsat telah mencapai 20 ribu kendaraan, sedangkan fuel card yang telah distribusikan 2000-an atau sekitar 10 persen, setelah melalui proses verifikasi.

“Itu informasi terbaru yang kami dapatkan. Dan pastinya teman-teman di pemda juga sudah melihat arahnya, sehingga dipastikan pendaftar fuel card ini akan terus bertambah bahkan akan lebih dari 25 ribu kendaraan yang terdaftar,” pungkasnya. (lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here