Tutup 10 Warung Remang-remang, Pol PP Temukan Benda Ini

Ilustrasi. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin, kembali menutup tempat maksiat yang meresahkan masyarakat Banyuasin. kali ini tempat prostitusi yang dilakukan penutupan yakni sebanyak 10 warung remang-remang yang beroperasi di Jalan Tanjung Api-api Kecamatan Tanjung Lago.

Razia yang dilakukan Sabtu (23/11) malam itu tim gabungan Pol PP, Polres dan Kodim menyita puluhan botol miras serta mengamankan puluhan wanita pekerja seks komersial (PSK) dan pria hidung belang alis penikmat kupu-kupu malam.

“Ya benar semalam kita kembali melakukan razia, hasilnya kita mengamankan miras bir besar 35 botol, bir hitam 6 botol, anggur merah 1 botol, wanita penghibur 20 orang termasuk mucikari dan laki-laki penikmat kupu-kupu malam,” ujar Kasat Pol PP Pemadam dan penyelamat Banyuasin Indra Hadi melalui Kabid Penegak Perda Abdul Adjis, Minggu (24/11).

Tak hanya itu, dari razia itu pihaknya menemukan beberapa kondom yang siap untuk dipakai. “Kondom ini kita temukan di dalam bilik-bilik kamar yang berada dalam kafe warung remang-remang tersebut,” jelas dia.

Menurut dia, puluhan kafe itu sudah sangat lama sekali beroperasi di wilayah Tanjung Lago, namun selalu bocor saat dirazia. Pada tahun 2014 lalu sudah pernah ditutup, namun kembali beroperasi kembali.

Baca Juga : 14 Anggota DK PBB Tolak Klaim AS

“Semalam kita langsung melakukan penutupan, pemilik warung tersebut berjanji akan membongkar sendiri warungnya. Itu kita berikan waktu satu minggu, jika masih belum dibongkar maka akan kita lakukan bongkar paksa oleh petugas Sat Pol PP,” tegas dia.

Dikatakan dia, pengunjung warung remang-remang itu ada yang pendatang dan ada juga masyarakat sekitar. Bahkan ada juga anak remaja yang sering nongkrong di tempat maksiat tersebut. “Hasil interogasi kami dengan PSK itu, tarif bermacam-macam dari Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu sekali kencan,” kata dia.

Ditegaskan dia, untuk pemilik warung remang-remang diberikan sangsi denda administrasi berdasarkan Perda nomor 30 tahun 2005 dan perda nomor 10 tahun 2009. “Untuk pemilik disangsi denda Rp 5 juta, hukuman 3 bulan. PSK dan pengunjung dikenakan denda administrasi Rp 1 juta,’ pungkas dia. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here